Minggu lalu saya kumpul-kumpul bareng teman-teman SD saya lagi setelah pertemuan pertama saya yang agak awkward sebelumnya. Ya wajar kalau agak canggung, kami udah sembilan tahun gak ketemu. Mungkin beberapa dari teman saya masih berhubungan satu sama lain, tapi kalau saya bener-bener baru saat ini ketemu dan berkomunikasi.
Ohya, mending saya cerita dulu tentang SD saya. Saya bersekolah dasar di SDN Grogol Utara 17 pagi. SD negri sederhana sejauh 1 km dari rumah saya yang biasa saya tempuh naik angkot atau diantar bapak. Gedung sekolah saya bertingkat dua dan berbentuk letter-L, terdiri dari hanya 6 ruangan kelas di tiap lantainya. SDN Grogol Utara 17 pagi ini terletak di lantai atas gedung. Lantai bawah gedung adalah SDN Grogol Utara 16 pagi yang sudah terhitung beda sekolah.
Di tiap tingkatan kelas ada dua kelas, A dan B. Contoh, ada kelas 1A dan 1B. Tiap kelas terdiri dari 40-50 murid. Karna jumlah kelas di sekolah saya cuma enam, jadi dulu murid kelas 3 dan 4 masuk siang setelah jam 12. Untuk kelas 1 dan kelas 2 dua jam kelas pagi hanya sampai jam 9 lalu lanjut kelas lainnya sampai jam 12.
Sekolah saya berada di belakang gedung kelurahan dan untuk kesana murid bisa masuk lewat gang yang agak sempit yang hanya muat dilewati orang jalan kaki dan motor. Di sebelahnya, terdapat perumahan kecil dan rawa-rawa. Lapangan sekolah termasuk besar, cukup untuk menampung murid-murid kelas 5 dan 6 dari kedua sekolah yang tiap hari sabtu pagi mengikuti senam SKJ bersama.
Tiap kelas diajar oleh 1 guru yang juga merangkap sebagai wali kelas. Guru tersebut mengajar nyaris seluruh mata pelajaran kecuali pelajaran agama. Tiap istirahat atau ketika pulang sekolah, saya dan teman-teman paling suka jajan di sekitar sekolah. Di lantai atas juga ada kantin yang ibu kantin nya adalah istri dari penjaga sekolah, yap, rumah mereka pun masih di dalam lingkungan sekolah.
Rumah-rumah di sekitar sekolah saya adalah rumah-rumah petak sederhana dan kecil, beberapa hanya beratapkan seng. Yang lucu, peliharaan warga sekitar sering masuk ke dalam lingkungan sekolah saya. Yan paling sering adalah soang-soang dan ayam, yang paling ajaib adalah ketika ada kambing naik ke lantai dua dan masuk ke kelas saya dan teman-teman ketika kami sedang belajar. Haha!
Seperti anak-anak kecil lainnya, saya dan teman-teman menghabiskan waktu istirahat sekolah dengan bermain. Ada yang main kejar-kejaran, bekel, main karet, petak umpet, 'tak jongkok, sepak bola dan lain-lain. Saya dan teman-teman sekelas saya lumayan akrab karna kami sekelas bersama selama enam tahun di sekolah dasar.
Enam tahun kebersamaan itu baru kembali setelah sembilan tahun saya gak berhubungan dengan teman-teman SD. Jujur, itu memang karna gak ngelakuin effort sama sekali dari saya untuk menghubungi. Saya punya alasan sendiri kenapa memilih untuk memasrahkan saja memori SD saya tersimpan dalam gudang pikiran saya tanpa pernah menyentuh lagi memori tersebut.
Tapi ketika pertama diajak kumpul sama teman-teman saya ini, saya merasa excited, canggung, terharu, penasaran, semua jadi satu. Dan sekarang saya merasa bersyukur bisa bersilaturahmi lagi dengan teman-teman saya ini, memori masa lalu yang saya ambil dari gudang, saya bersihkan, dan lalu membukakan mata dan hati saya.
Childhood I experienced was just like a sweet candy. It has bitter part, but a kid would only remember its sweetness anyway.
guru2 SD nya killer2 ga?
ReplyDeleteengga kok, baik-baik banget. yah jadi kangeeen
Delete