Belakangan saya sedang sibuk menjalani proses pembuatan skripsi, momok dari dunia perkuliahan. Hal yang menentukan lulus tidaknya seorang mahasiswa, layak tidaknya seorang mahasiswa memiliki gelar S.Sesuatu di belakang namanya. Adzek. Nah sekarang rasa-rasanya saya pengin cerita deh, walau bingung harus mulai darimana. Oke mulai deh yuk.
Skripsi Teknik Informatika Binus dilakukan perkelompok maksimal 3 orang. Bisa sendiri, bisa juga berdua, tapi ya sebagian besar sih berkelompok bertiga. Saya sendiri sekelompok dengan Dio dan Varyan, ilustrator dan fotografer nyasar ke Teknik Informatika yang sama clueless-nya dengan saya soal programming.
Proses pembuatan skripsi TI Binus ini bisa dibilang cepet. Beda sama kampus-kampus lain yang memulai dengan seminar dulu di semester sebelumnya, kita sih langsung hajar aja skripsi di satu semester. Jadi proses pembuatan skripsi adalah ajuin proposal di awal perkuliahan, dan lanjut kerjain di minggu-minggu seterusnya.
Oh ya, ada tiga jenis tugas akhir sih sebenernya; skripsi kelas, skripsi non-kelas, dan internship. Saya ngebahas yang saya alamin aja ya, yaitu skripsi kelas. Seperti yang pernah saya tulis di post tentang peminatan ini, karena saya ada di peminatan Multimedia Interaktif jadi saya bisa memilih satu diantara 3 topik yaitu Game, Perangkat Ajar dan Kios Informasi. Kami pun memilih kios informasi karena sepertinya kemungkinan insyallah amin-ya-robbalalamin akan lebih mudah dibanding sama perangkat ajar apalagi game.
Dan ternyata saudara-saudara, skripsi itu......... luar biasa rasanya. Salah banget kalau kami mikir dengan memilih kios informasi akan jadi lebih gampang. Ya maklum, anak muda awalnya belum ngerti apa itu skripsi, taunya skripsi ya bikin proyek keren dan asik aja gitu hahaha. Dangkal.
Seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit kami merasakan apa itu skripsi. Bahwa skripsi adalah penelitian yang gak sembarangan dan memerlukan daya analisis dan ketelitian tinggi, bukan ajang canggih-canggihan aplikasi atau apalah. Walau ini skripsi Teknik Informatika, tetap penulisan yang diutamakan, tetap tujuan dan manfaat yang jadi fokus penilaian.
Sob, berat ya sob. Udah uzur, yang dibahas jadi berat gini hahaha. Gapapa deh.
Sejauh ini sih pembuatan skripsi oleh kelompok saya oke-oke aja. Pembimbing kami strict dan membantu di saat yang sama, jadi mau gak mau kami harus disiplin. And that's good. Masalah yang kami teliti juga sangat real, masalah beneran di dunia nyata yang saking nyatanya Bab 1 kemarin kami ngerjainnya sambil kejang-kejang, brainstorming sampai mulut dan otak berbusa, revisi demi revisi. Tapi so far so good. We enjoy the ride.
Sekarang kami udah masuk ke Bab 3. Kalau Bab 1 adalah akar, Bab 3 semacam batang dari pohon skripsi ini, bagian analisis dan perancangan. Semoga batangnya kokoh dan tumbuh daun dan bunga yang indah ya. Mohon doanya!
Ok, time is up. Saya harus lanjut ngerjain proyek yang tertunda nih. Biar kalau selesai jadi lega. Huft!
so here's the fotografer nyasar, semangkaa!
ReplyDelete