30.12.11

Kasih judul gak yaaaa

Sesungguhnya gue lagi galau banget belakangan ini, sob. Bukannya karena sekonyong-konyong mengikuti tren "galau" tapi bahwa di umur 20+ dan menjelang lulus ini, banyak hal yang membebani otak. Kewajiban cenderung makin banyak, tanggung jawab lebih besar, bayangan masa depan makin mengerikan.

Rasanya tuh kaya ujian menggambar suasana pas tes FSRD ITB, dikasih selembar kertas A2 yang putih bersih, disuruh ngegambar sampai penuh dan gambarnya harus bercerita. Tapi sayang kali gak dikasih pilihan tema contohnya "suasana restoran" atau "suasana pangkalan angkot" kaya dulu saya tes, kali ini tema nya cuma satu yaitu "kehidupan"

Ah tapi dua hari terakhir saya kumpul-kumpul sama temen-temen dan rasa betenya berangsur-angsur hilang tuh. Pada dasarnya kita cuma butuh ketawa untuk menyembuhkan kegalauan, sob. Dan bahwasanya kalau kita usaha, energi buat sedih tuh bisa dilimpahin ke hal lain. Walau susah, susah banget, tapi gak mungkin gak bisa. Kalau boyband-girlband Indonesia memulai karir dari dicela dan justru celaan yang justru jadi daya tarik buat sebagian orang yang berarti bahwa yang hal negatif bisa jadi sesuatu yang positif kalau dilihat dari sudut pandang lain, kenapa gak bisa sedih diubah jadi positif? #halah #bacot

Eh kata-kata diatas sebenernya cuma kamuflase sama apa yang mau saya tulis setelah ini sih. Biar gak geli-geli amat. I just want to write that it's really nice to have someone to talk to without being somebody else or to fake anything. And you even remind me to not to. You're one in a million, dude.

Anjir anjir, semoga orangnya gak baca. Malu lah. Eh, dibaca juga anonim sih, siapa pula yang tau hahahah. Oke sekarang kerjain proyek saya sama Nurul dulu, doain proyek kita berjalan lancar ya bok! Dadah bye bye.

0 jagoan di:

Post a Comment