10.12.11

Kasihan

Anak-anak yang merasakan masa-masa 90an dan awal 2000an dimana layar kaca masih dipenuhi serial kartun dan acara anak-anak menarik, salah satunya saya, harusnya merasa sangat bersyukur atas masa kecil tersebut. Saat itu, siapa yang gak suka Satria Baja Hitam, siapa yang gak sedih nonton Remi? Siapa yang gak menghabiskan jam 8 pagi setiap hari minggu nonton Doraemon? Kesimpulannya, masa kecil kita indah. Banget.

Setiap menyelusuri video-video atau blog atau tulisan atau simply apapun tentang masa 90an, mayoritas dari kita berkomentar: "kasian anak-anak jaman sekarang, gak bisa menikmat masa kecil seindah kita dulu."

Dan memang, kasihan. Kasihan adik-adik kita gak banyak nonton kartun di TV lagi, karena TV sudah dipenuhi acara musik untuk dewasa, sinetron, dan infotaiment. Kartun udah gak banyak lagi, apalagi acara musik khusus anak-anak? Penyanyi ciliknya aja nihil. Sedih kan. Kasihan.

Lalu sebagai kakak yang baik, apa cukup dengan kita mengkasihani adik-adik kita ini?.

Mungkin, sebagai kakak baik, kita seharusnya mewariskan "mainan" kita yang udah gak kita mainin lagi ke adik-adik kita, supaya mereka juga bisa merasakan senangnya. Sudah seharusnya kita membagi dan mewariskan kebahagiaan masa kecil kita ke mereka. Karena setiap anak berhak mendapat masa kecil yang indah dan ceria.

Karena, "kasihan" sepertinya nggak cukup, ya?


So now, where do we start?

0 jagoan di:

Post a Comment