Tahun 2011 merupakan salah satu tahun yang luar biasa buat saya karena saya diberi kesempatan buat traveling ke beberapa tempat. Hah kenapa bahasanya kaya pidato gini sih? Haha yak lanjut aja deh.
Di awal liburan semester ini, saya pergi ke ibukota propinsi Jawa Tengah, kota Semarang. Udah lama saya pengiiin banget main ke kota ini karena ada temen saya Sista yang kuliah di Undip. Akhirnya kemarin kesampean juga.
Dengan persiapan yang kurang karena sebelumnya masih riweuh dengan UAS dan proyek, saya pun kehabisan tiket kereta. Hiks. Jadi mau gak mau, akhirnya pilihan transportasi jatuh ke bus malam yang harganya lebih mahal daripada kereta bisnis yang udah saya rencanain. Yawes hajar aja. Gak lucu kan udah susah-susah ngepasin tanggal dan nyamain jadwal sama temen-temen di Semarang dan mendadak gagal. Oke, perjalanan berlanjut.
Saya udah biasa naik bus malam jadi gak akan ada masalah, pikir saya. Eh ternyata terjadi bencana! (Lebai!) Mendadak di tengah perjalanan, sekujur badan saya bentol-bentol yang gatelnya gak karuan. Dan ini yang kurang lebih menghambat wisata saya di Semarang selama beberapa hari.
Sebagai orang yang baru pertama kali datang ke kota lumpia ini, kesan pertama saya adalah, panas! Haha. Jalanan Semarang besar-besar dan ramai lancar, kendaraannya semua melaju dengan kencang. Pusat kota Semarang juga gak gede-gede amat, jadi bisa dikelilingi dengan mudah. Selama di Semarang saya nebeng tinggal di kos teman saya Tuca yang berada di deket bundaran Tugu, tengah kota banget gitu. Beruntung banget ada teman-teman saya Tuca dan Sista yang berbaik hati nemenin saya jalan-jalan di kota ini. Mwah.
Hari pertama saya isi dengan pergi belanja bahan masakan ke salah satu mall (jauh-jauh kok ke mall -_-) dan mampir ke tempat makan Teh Tong Tji. Ya, Teh Tong Tji dan teh manis semacamnya (Teh Poci, Teh dua Tang, dll) ternyata eksis berat disini. Kalau di Jakarta kan cuma stand kecil gitu, disini ada yang dibikin jadi tempat makan dan mini lounge gimana gituh. Hahaha gaul berat. Disini kami makan mendoan dan siomay yang enak. Setelah itu kami memenuhi perut dengan Nasi Goreng Babat dan Tahu Gimbal. Yes, wisata kuliner dimulai!

Malamnya, kami ke Sewamis, jalanan panjang di daerah Pecinan Semarang yang dipenuhi stand-stand makanan yang jenisnya buanyaaaak banget. Sumpah gak pake lebai. Sewamis cuma buka malam hari tiap weekend. Suasananya menyenangkan sekali; remang-remang dikelilingin ruko-ruko tua, lampion-lampion, di pojok jalan ada Ai-ai (panggilan tante untuk orang Chinese) karoke lagu mandarin, berbagai makanan dari makanan berat sampai cemilan. Priceless.


....bersambung.
mana sambungannya? =D
ReplyDeletetunggu yaaa. skripsi nih cep hukshuks
Delete