14.1.12

Melanglang di Semarang 2

Mari bercerita lagi tentang kelanjutan perjalanan saya ke Semarang tahun lalu ah! Wets, udah ganti tahun aja bro, telat banget baru cerita sekarang. Tapi nggak apa-apa mari kita lanjut aja ya.

Keesokan harinya, karna teman-teman saya masih sibuk dengam kegiatan kuliah masing-masing, saya pun jalan-jalan sendirian keliling kota Semarang. Target hari ini pergi ke: Kota tua Semarang!

Saya berangkat dari kos Tucha dan mampir untuk sarapan Soto dan Sate Kerang Pak No sebelum akhirnya naik bus ke daerah Kota tua. Nom nom nom.


Ternyata Kota Tua Semaran gak jauh-jauh amat loh. Emang kota Semarang nya juga gak besar-besar banget juga sih. Setelah naik bus dan jalan kaki sedikit, saya akhirnya disambut oleh bangunan-bangunan tua yang khas. Menurut saya Kota tua Semarang cenderung sepi dan gak keurus, beda sama kota tua Jakarta yang sekarang sudah ramai dikunjungi wisatawan. Padahal menurut saya gedung-gedung tua Semarang jauh lebih bagus daripada yang di kota tua Jakarta loh, gak tau kenapa lebih "wah" aja kelihatannya.


Gereja Bleduk

Sedihnya, saya kan pengin banget tau cerita-cerita dibalik gedung-gedung tua itu. Tapi sama sekali gak ada tour guide atau apapun. Akhirnya saya keliling naik becak yang ditarik seorang bapak tua yang akhirnya saya tanya-tanya tentang kota tua. Ya jadinya tau sedikit dulu salah satu gedung adalah pabrik piring, yang lain pabrik pakaian, dan lain-lain. Walau gak terlalu puas, akhirnya saya menutup kunjungan ke kota tua dengan makan bakmi jawa lezat ini di tengah suasana sepi kota tua.


Di hari selanjutnya, akhirnya saya, Tucha dan Sista berangkat ke salah satu tujuan utama saya di Semarang. Wisata Umbul Sidomukti. Tempat wisata alam ini letaknya udah bukan di Semarang lagi, tapi udah di daerah Bandungan, semacam puncaknya Semarang gitu deh. Kita naik motor kesana, agak pegel karna jauh dan dingin bbbrrrrr.  Tapi perjalanan panjang gak sia-sia karna pemandangan disana bagus banget!

Di Umbul Sidomukti ada tempat outbond alam yang bikin ngiler banget, namanya Ragentar. Disini terdapat flying fox tertinggi (lupa tinggi nya berapa) yang bawahnya bener-bener jurang rang rang. Selain flying fox, wahana yang cukup thrilling juga adalah Marine Bridge, jembatan jaring-jaring yang lagi-lagi bawahnya jurang. Temen saya, Sista, sampai nangis karna takut hahaha. Seru banget!

(atas) Flying Fox (bawah) Marine Bridge

Di hari lain, saya pergi ke kuil Sam Po Kong, kuil peninggalan laksamana Ceng Ho yang sekarang masih aktif menjadi kelenteng dan juga pusat wisata. Di dalam komplek Sam Po Kong terdapat beberapa bangunan yang bernuansa China yang kuat. Epic, berasa gak di Indonesia.



mwahahaha!

Foto-foto lain bisa dilihat di album facebook saya. Selain tempat-tempat wisata diatas, saya juga sempat mampir ke bukit Gombel untuk melihat pemandangan kota Semarang di malam hari yang bagus banget dari atas bukit dan ke pusat oleh-oleh Jalan Padanaran untuk beli Bandeng Presto dan Wingko Babat untuk keluarga di rumah. Saya juga pergi keliling Semarang untuk hunting makanan dan cemilan di malam hari. Tapi gak semua saya foto huhu, jadi ga ada deh dokumentasinya. Menurut saya bagi yang belum pernah ke Semarang, menyediakan 5 hari untuk jalan-jalan sekitar kota ini gak akan sia-sia.

Sebagai tambahan info (yang super gak penting) berat saya selama hampir seminggu di semarang naik 4 kilogram loh! Hahaha, saking banyaknya makan. I was having a gastrogasmic holiday and can't wait for another one!

Maturnuwun, Semarang :)

2 jagoan di:

  1. jiah, kok gw ke semarang ga kesono-kesono yak, cuma ke lawang-sewu doank.. awhebhewabehbaheawae

    semarang enak, masih banyak sepeda berkeliaran =D

    ReplyDelete
  2. buagusss loh kota tuanya! gue malah gak berani ke lawang sewu sendiri (temen-temen pada ga mau diajak) haha

    ReplyDelete